Ahli: Atur asupan gizi dengan hindari makanan berlemak saat bekerja

  • azzar
  • Okt 09, 2023
Ahli: Atur asupan gizi dengan hindari makanan berlemak saat bekerja

altmantransportlogistics.com Jakarta – Ahli Gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Fitri Hudayani menyatakan rakyat dapat mengatur asupan gizi seimbang saat bekerja atau beraktivitas di dalam area luar rumah dengan menghindari makanan yang digunakan mana dominan mengandung lemak.

"Jika sudah mengonsumsi makanan tradisional yang dimaksud mengandung santan, maka makanan lain yang yang disebut harus dipilih untuk kita konsumsi adalah makanan yang dimaksud bukan digoreng atau juga bersantan," kata Fitri Hudayani kepada ANTARA pada dalam Jakarta, Senin.

Fitri menuturkan seringkali rakyat yang tersebut itu bukan membawa bekal, membeli makanan yang tersebut dimaksud tinggi lemak juga juga karbohidrat di area tempat sela waktu istirahat beraktivitas. Padahal, makanan hal itu mengandung minyak, santan, kelapa, tepung atau umbi-umbian dalam substansi olahannya.

Salah satu jenis makanan yang mengandung banyak lemak adalah makanan tradisional berbentuk rendang dan juga juga sayur lodeh. Memakan hidangan itu dalam jumlah agregat keseluruhan banyak dikhawatirkan dapat menyebabkan asupan energi dalam tubuh menjadi berlebihan.

Maka dari itu, lanjut dia, konsumsi makanan yang tersebut mana berlemak sebaiknya tidak dijalani dalam total yang mana berlebihan atau secukupnya saja. Kalaupun ingin memakan makanan berlemak, Fitri menyarankan masyarakat untuk menambah lauk lain yang tersebut digunakan mengandung serat lalu rendah energi.

Ia juga mengingatkan jika asupan gizi seseorang berbeda-beda untuk tiap individu tergantung usia, jenis kelamin kemudian aktivitas fisik yang mana itu dijalaninya.

"Misalnya pada orang dewasa semakin bertambah usia, maka ada pengurangan kebutuhan energi. Hal ini disebabkan adanya proses perlambatan metabolisme, laki-laki dewasa membutuhkan energi yang lebih tinggi tinggi tinggi dibandingkan perempuan,” ujarnya.

Hal lain yang dimaksud harus diperhatikan yakni semakin bergerak seseorang bergerak dalam kegiatan sehari-hari, maka tubuh akan membutuhkan energi lebih lanjut besar tinggi dibandingkan orang dewasa yang mana mana semata-mata sekali duduk saat melakukan aktivitas pekerjaan.

Setelah memahami dampak dari membeli makanan yang dimaksud digunakan tak sehat, Fitri menjelaskan cara untuk mengetahui apakah makanan yang tersebut dimaksud dikonsumsi sudah sesuai dengan kebutuhan yaitu dengan mengukur berat badan minimal tujuh hari sekali, guna menjamin berat badan tetap dalam batas normal.

"Kita upayakan indeks massa tubuh kita dalam nilai normal yaitu antara 18,5 hingga 23 kg/m2," ucapnya.

Sedangkan untuk menjaga berat badan tubuh tetap normal sembari berkegiatan, rakyat dianjurkan menjaga asupan gizi seimbangnya sesuai dengan kebutuhan yang berasal dari karbohidrat.

Takarannya adalah kurang tambahan banyak 60 persen dari kebutuhan energi yang itu berasal dari makanan pokok, misalnya nasi atau kelompok penukarnya, sayur lalu buah-buahan. Adapun 25 persen energi lainnya berasal dari lemak serta 15 persen dari sumber protein hewani seperti daging, ikan serta telur.

"Dianjurkan lemak bukan berasal dari sumber lemak jenuh. Misalnya jeroan, kulit gorengan sebagai makanan selingan," ujarnya.

Fitri mengatakan protein hewani juga dapat pula diganti dengan kacang-kacangan yang digunakan sudah pernah terjadi diolah sebagai tahu juga juga tempe yang mana dikonsumsi sebagai lauk pauk.

"Komposisi dalam atas dapat diterjemahkan ke dalam susunan makanan sehari-hari, baik yang digunakan dikonsumsi dalam area rumah maupun yang digunakan digunakan disiapkan untuk bekal saat beraktivitas pada luar rumah. Begitu juga dengan makanan yang hal tersebut kita beli pada luar. Sebaiknya memilih makanan yang mana memang sehat serta juga bukan memberikan risiko kelebihan asupan," ujar Fitri.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *